Tampilkan postingan dengan label about islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Januari 2011

wanita yang indah


"Pandangan mata seorang wanita lebih tajam dan merbahaya daripada tembusan panah yang berbisa. Oleh itu awasilah selalu agar jangan terkena panahan matanya..."
Aduhai wanita sungguh mahal pandangan mu di mata lelaki, tapi kenapa masih ada lagi yang tidak menyedari? Dirimu terlalu agung di mata lelaki dan terlalu mulia di sisi pencipta mu; namun itu semua hanya jika kau tahu mengagungkan dan memuliakan diri mu sendiri. Menjadi wanita adalah satu anugerah yang tepaling indah. Seharum mana pun wangian kasturi tidak mampu menandingi wangian budi pekertimu, lembutnya gumpalan kapas masih tewas dek kelembutan tingkah mu, halusnya butiran pasir yang menjadi peneman setia si pantai masih tidak dapat menandingi halusnya tuturmu.
Duhai wanita sebenarnya, maruah diri yang kau galas lebih berat daripada bongkah bongkah batu yang besar, kau menepis dengan penuh sabar tiap godaan nafsu dunia yang datang bertubi tubi hingga hampir mengheretmu ke kancah yang penuh onar. Percayalah wanita, akan ada bahagia diakhir kesengsaraanmu asal saja kesabaran menjadi bentengmu.

aib yang terbongkar

Aib yang Terbongkar

Harta dan jabatan bukan jaminan orang mau menerima islam. Kadang  malah membuat orang menjadi angkuh dan sombong. Seperti yang terjadi pada walid bin mughirah. Siapakah dia? Seperti apa tingkah polahnya? Simak cerita adzkia berikut ini.
Walid bin Mughirah adalah salah satu pemuka masyarakat di Quraisy. Dia termasuk anggota darun nadwah yang disegani. Darun nadwah, nama tempat untuk perkumpulan para tokoh quraisy makkah. Tidak semua orang dapat menjadi anggotanya. Melainkan para ketua suku dan orang-orang kaya terpandang. Bisa dikatakan bahwa darun nadwah adalah perkumpulan elit di Makkah.
Walid bin mughirah yang juga ayah sahabat Khalid bin Walid terkenal dermawan. Dia suka menyumbangkan hartanya untuk kepentingan umum. Dia juga sangat menghormati tamu. Setiap musim haji tiba, Makkah menjadi ramai dikunjungi para peziarah yang menunaikan haji. Penduduk Makkah menyambut mereka dengan hormat. Konon, Walid bin Mughirah menyembelih 10 unta setiap hari untuk disuguhkan kepada para Jemaah haji selama 40 hari.
Tapi, kebaikannya tidak pernah ditujukan untuk Rasulullah dan Islam. Bagi Walid bin Mughirah muhammad adalah musuh menghina berhala lata uzza dan memecah belah kabilah Quraisy. Padahal sebenarnya ia tahu bahwa ajaran Nabi Muhammad benar. Dia juga tahu bahwa Ayat yang sering dibacakan nabi di hadapan orang musryik bukan karangan manusia, melainkan wahyu dari Allah.
Suatu ketika, Rasulullah saw membacakan beberapa ayat untuknya. Rupanya, Walid bin mughirah tersentuh oleh bacaan itu. Pikirannya menjadi jernih sehingga timbul rasa simpati kepada Islam. Tapi, berita ini akhirnya sampai ke telinga Abu Jahal. Ia tidak terima dan langsung melabrak Walid bin Mughirah.
Abu jahal berkata, “Kini anggota sukumu tengah mengumpulkan harta guna disumbangkan kepada paman sudah tua. Paman juga mulai mendekai Ibnu Abi Kabsyah dan Abu Bakar agar diberi makanan” kata Abu Jahal mengejek-ejek Al Walid untuk membangkitkan
jiwa angkuh Al Walid, sebab Abu Jahal kenal betul bahwa Al Walid ini sangat bangga dengan kekayaannya.
Walid bin Mughirah tidak terima dan berkata sambil marah, “Apakah orang quraisy tidak tahu bahwa akulah yang terkaya di antara mereka?”
“Kalu begitu, cobalah terangkan kepada kaum-kaummu itu bahwa engkau membantah dan membenci Muhammad.”
“Apa yang harus aku katakan tentang Muhammad? Tak ada orang yang lebih pandai dari aku tentang syair, nyanyian ataupun mantra jampi-jampi.”
Abu Jahal mengatakan, “Kaummu tidak akan senang, kalau engkau tidak ejekan tentang Muhammad.”
“Kalau begitu biarlah aku pikirkan sebentar” Walid lalu mengatakan, “Yang dikatakan Muhammad adalah sihir yang mempengaruhi orang.”
Walid benar-benar keterlaluan menghina rasulullah dan ayat al-quran. Dia menyamakan ayat al-quran seperti mantera sihir yang diucapkan oleh para dukun. Karena itu Allah membalasnya dengan celaan yang mengungkap aibnya di mata manusia. Pada surat al-qalam: 10-13, dibeberkan sifat buruk al walid bin mughirah. Yaitu, orang yang mengumbar janji, manusia hina, tukang olok-olok, menyebarkan adu domba, orang yang menghalangi kebaikan, melampau batas, banyak berdosa dan anak zina. Tidak ada orang yang dihina sebanyak itu dalam al quran selain Walid bin Mughirah.
Pasca ayat tersebut turun, dia datangi ibunya sambil marah-marah. Ia mengatakan, “Muhammad menyebut 9 sifat buruk, semua nyata karena aku tahu ada padaku kecuali sifat terakhir. Dia yang menyebutku sebagai anak hasil zina. Jika ibu tidak jujur padaku, aku penggal kepalamu?”
Ibunya lalu membenarkan bahwa sebenarnya Walid bin Mughirah adalah nak zina karena ayahnya mandul dan tidab bisa memiliki keturunan. Karena ibunya takut dicerai dan tidak diurus, ibunya berzina dengan seorang pengembala kambing. “Karena itu, kamu adalah anak pengembala ternak.” Kata ibu kandung Walid bin Mughirah.
Seperti itulah balasan Allah bagi orang yang suka menghina Nabi dan ayatnya. Balasan yang diterima orang jahat selalu sesuai dengan kejahatannya. karena itu, terbongkrlah aib yang membuat walid bin mughirah merasa malu di kalangan orang quraish. Meskipun demikian, ia tidak mau bertobat dan semakin bertambang kufur kepada Allah.

kisah nabi sulaiman

nabi sulaiman AS dan seekor semut 1

Nabi Sulaiman AS dan Seekor Semut 1




Kerajaan Nabi Sulaiman AS dikala itu sedang mengalami musim kering yang begitu panjang. Lama sudah hujan tidak turun membasahi bumi. Kekeringan melanda di mana-mana. Baginda Sulaiman AS mulai didatangi oleh ummatnya untuk dimintai pertolongan dan memintanya memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan untuk membasahi kebun-kebun dan sungai-sungai mereka.

Baginda Sulaiman AS kemudian memerintahkan satu rombongan besar pengikutnya yang terdiri dari bangsa jin dan manusia berkumpul di lapangan untuk berdo'a memohon kepada Allah SWT agar musim kering segera berakhir dan hujan segera turun.

Sesampainya mereka di lapangan Baginda Sulaiman AS melihat seekor semut kecil berada di atas sebuah batu. Semut itu berbaring kepanasan dan kehausan. Baginda Sulaiman AS kemudian mendengar sang semut mulai berdo'a memohon kepada Allah SWT penunai segala hajat seluruh makhluk-Nya. "Ya Allah pemilik segala khazanah, aku berhajat sepenuhnya kepada-Mu, Aku berhajat akan air-Mu, tanpa air-Mu ya Allah aku akan kehausan dan kami semua kekeringan. Ya Allah aku berhajat sepenuhnya pada-Mu akan air-Mu, kabulkanlah permohonanku", do'a sang semut kepada Allah SWT.

Mendengar do'a si semut maka Baginda Sulaiman AS kemudian segera memerintahkan rombongannya untuk kembali pulang ke kerajaan sambil berkata pada mereka, "Kita segera pulang, sebentar lagi Allah SWT akan menurunkan hujan-Nya kepada kalian. Allah SWT telah mengabulkan permohonan seekor semut". Kemudian Baginda Sulaiman dan rombongannya pulang kembali ke kerajaan

bedanya jin dan setan ....

jin dan setan.. apa bedanya sih ???

Jin dan Setan, bedanya apa sih?



Kemarin kita sudah membahas tentang jin. Nah mungkin kalian bertanya, apa bedanya jin dengan setan?
Baiklah! Kali ini Adzkia akan menjelaskan perbedaan antara jin dengan setan. Tidak sulit kok. Simak ya..!
Allah menjelaskah dalam Al-Qur`an, jin itu ada yang kafir dan ada yang muslim. Jin muslim beribadah kepada Allah seperti kita. Mereka tidak menganggu manusia. Sedangkan jin yang kafir gemar menggoda manusia. Mereka mengajak manusia untuk berbuat jahat. Nah jin macam inilah yang disebut setan. Jadi setan adalah golongan jin yang durhaka dan suka menggoda manusia untuk berbuat dosa, mengajak manusia meninggalkan perintah atau melanggar larangan Allah.
Ada juga setan dari golongan manusia, yaitu manusia yang durhaka dan mengajak orang lain agar durhaka seperti dirinya. Karenanya, dalam surat An-Naas, kita disuruh untuk berdoa, berlindung dari godaan setan jin dan setan manusia. Allah berfirman,

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ {1} مَلِكِ النَّاسِ {2} إِلَهِ النَّاسِ {3} مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ {4} الَّذِي يُوَسْوِسُ فيِ صُدُورِ النَّاسِ {5} مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ {6

Katakanlah:”Aku berlindung kepada Rabb manusia”. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia (QS. 114:1-6)
Apa beda setan dengan iblis?
Iblis adalah nama jin yang menggoda Nabi Adam agar memakan buah dari pohon terlarang. Akibatnya Nabi Adam dan Hawa diusir dari “jannah” tempat mereka tinggal. Iblis melakukannya karena dendam terhadap Nabi Adam.
Mengapa Iblis merasa dendam?
Setelah Allah menciptakan Nabi Adam, Allah memerintahkan para malaikat dan Iblis agar sujud memberi hormat kepada Nabi Adam. Tapi Iblis menolak karena merasa lebih baik dari Adam. Ia diciptakan dari api sedang Adam hanya dari tanah. Karena ulahnya ini, Iblis dilaknat dan dimurkai oleh Allah.
Sejak itu, Iblis sangat benci kepada Adam. Dia berniat menyesatkan Adam dan keturunannya. Sampai sekarang, Iblis menjadi pemimpin para setan dalam menyesatkan manusia. Berbeda dengan setan atau jin lain, Iblis ini tidak akan mati sampai hari kiamat kelak. Tapi setan atau jin yang lain bisa mati.
Jadi, iblis adalah pimpinan setan. Dialah yang memberi komando kepada setan-setan agar menggoda manusia dan menyesatkannya. Iblis dan setan telah diancam Allah dengan neraka. Kelak, mereka akan masuk neraka dan kekal di sana selama-lamanya. Karenanya, mereka tidak senang jika ada jin atau manusia yang masuk surga dan bahagia. Mereka ingin agar semua manusia juga merasakan penderitaan seperti mereka.
Kesimpulannya, jin adalah jenis makhluk ciptaan Allah, jin yang durhaka namanya setan, dan pemimpinya namanya “Iblis”.
Diciptakan dari api, kok disiksa dengan api?
Teman-teman, mungkin kalian bertanya, jin kan diciptakan dari api, kok dia disiksa dengan api? Memangnya setan akan tersiksa?
Begini, dahulu ada seorang ulama yang bernama Abu Hanifah ditanya seperti itu. Seseorang bertanya, “Wahai Abu Hanifah, bukankah setan itu diciptakan dari api? Apakah ia akan merasa tersiksa jika disiksa di neraka dengan api?”
Abu Hanifah tidak menjawab, beliau mengambil segumpal tanah kering yang sudah mengeras lalu dilemparkan kepada si penanya. Si penanya menjerit kesakitan dan marah, “Apa yang anda lakukan?”
Abu Hanifah bertanya, “Sakitkah rasanya?”
Si penanya menjawab, “Tentu saja!”
Abu Hanifah berkata, “Manusia diciptakan dari tanah, tapi meski demikian, ia masih kesakitan dilempar dengan tanah.”
Jadi, setan tetap akan tersiksa dengan api neraka karena api neraka itu beda. Api neraka sangat panas dan memang diciptakan untuk menghukum manusia atau jin yang durhakan kepada Allah. Karenanya, meski diciptakan dari api, mereka juga akan tersiksa dengan panasnya api neraka.